Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Contoh makalah PKN (PANCASILA)
MAKALAH PANCASILA
INDIVIDU DAN
MASYARAKAT
DISUSUN OLEH:
Nama : Heru Saputro
Jurusan : Teknik Informatika
NPM : 17171065078
Jalan Mawar Merah Raya No. 23, RT. 2 / RW. 1,
Pondok Kopi, Duren Sawit, RT.2/RW.1, Pd. Kopi, Duren Sawit, Kota Jakarta Timur,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13460
KATA
PENGANTAR
Pertama-tama kami panjatkan puja & puji syukur atas rahmat &
ridho ALLAH SWT.karena tanpa rahmat & ridhoNYA,kami tidak dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik dan selesai tepat waktu. Tidak lupa pula
kami ucapkan terima kasih kepada B.p Noveldian SH, SE
selaku dosen pengampu pancasila yang membimbing kami dalam
pengerjaan tugas makalah ini. Kami juga
mengucapkan kepada teman-teman kami yang selalu setia membantu kami dalam hal
mengumpulkan data-data dalam pembuatan makalah ini.
Dalam makalah ini kami menjelaskan
tentang individu dan masyarakat. Mungkin dalam pembuatan makalah ini terdapat
kesalahan yang belum kami ketahui. Maka dari itu
kami mohon saran & kritik dari teman-teman maupun dosen. Demi
tercapainya makalah yang sempurna.
Jakarta, 24 Desember 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
Judul ...........................................................................................................................1
Kata
Pengantar ..........................................................................................................................2
Daftar Isi ....................................................................................................................................3
BAB PENDAHULUAN
1.1
Latar
belakang ....................................................................................................4
1.2
Rumusan
masalah ..............................................................................................4
1.3
Alternatif
pemecahan masalah
...........................................................................
A. Teknik pemecahan masalah individu
.....................................................4
B. Alternatif Pemecahan Masalah Konflik Keanekaragaman
Masyarakat Multikultural
..........................................................................................5
BAB II ISI/PEMBAHASAN
2.1 Contoh kasus
............................................................................................................6
A. Sumber konflik
............................................................................................7
B. Proses konflik ..............................................................................................7
C. Gambar-gambar dari beberapa kasus yang
terjadi.......................................8
2.2 Individu
2.2.1 Manusia selaku Individu
...........................................................................9
2.2.1.1 Naluri
mempertahankan kelangsungan hidup
............................9
2.2.1.2 Naluri
mempertahankan kelanjutan penghidupan keturunan ...10
2.2.1.3 Naluri ingin tahu dan mencari kepuasan ...................................10
2.2.2 Manusia
selaku makhuk social
...............................................................
2.3 Masyarakat
2.3.1 Pengertian Masyarakat
............................................................................11
2.3.2 Status dan peran Individu dalam Masyarakat .........................................12
2.4
Pancasila sebagai acuan nilai,moral,norma dan hukum dalam masyarakat Indonesia
..................................................................................................................................................13
2.5 Fungsi Pancasila bagi kehidupan dan bangsa Indonesia .........................................16
2.5.1 Pancasila sebagai pedoman sikap dan perilaku setiap individu ..............16
2.5.2 Pancasila sebagai pedoman bermasyarakat .............................................16
2.5.3 Pancasila sebagai Pedoman bernegara ....................................................16
BAB III KESIMPULAN
Saran
........................................................................................................................................18
Daftar Pustaka ..........................................................................................................................19
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Memenuhi tugas makalah Pancasila yang diberikan Bp. Noveldian, SH, SE
1.2
RUMUSAN MASALAH
Indiviu adalah seorang manusia yang
khas. Dia mempunyai kemampuan dan kebutuhan yang berbeda satu sama lain. Untuk
mengembangkan kemampuan dan memenuhi kebutuhannya,dia tidak bisa berdiri sendiri,dia membutuhkan
orang lain. Karena itulah dia hidup berkelompok membentuk
masyarakat.
1.3
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
A.
Teknik pemecahan masalah individu
Teknik pemecahan masalah yang dialami oleh individu
atau pribadi caranya berbeda-beda tergantung dari karakteristik yang dimiliki
oleh masing-masing individu. Tetapi ada beberapa langkah yang setidaknya
dilakukan dalam rangka pemecahan masalah pribadi, yaitu :
1.
Melakukan
usaha untuk memahami masalah yang dialami dengan seksama, cermat dan teliti.
2. Menganalisa masalah dengan cermat.
3. Mengetahui atau mengukur seberapa kemampuan yang
kita miliki untuk memecahkan atau mengatasi masalah tersebut.
4. Mengumpulkan data-data atau fakta yang akan membantu dalam
proses pemecahan masalah.
5. Sering sharing atau berkonsultas/bertanya kepada
orang atau lembaga yang ahli dalam pemecahan suatu masalah.
6. Mengambil keputusan untuk memecahkan masalah.
B. Alternatif Pemecahan Masalah Konflik Keanekaragaman Masyarakat
Multikultural
Bangsa Indonesia merupakan salah satu contoh
masyarakat multikultural dari sekian banyak masyarakat multikultural di dunia.
Pada masyarakat multikultural terdapat struktur budaya dan tata nilai yang
berbeda-beda yang mengakar pada budaya kesukuan.
Alternatif pemecahan masalah konflik antaretnis dan
atarpemeluk agama
- Konflik antaretnis
Konflik antaretnis adalah konflik yang
terkait dengan permasalahan – permasalahan mendesak mengenai
politik,ekonomi,sosial dan budaya. Konflik etnis seringkali bernuansa dengan
kekerasan, tetapi bisa juga tidak. Namun biasanya konflik etnis bernuansa
dengan kekerasan dan jatuh korban.
- Hal yang
Melatarbelakangi terjadinya konflik etnis
a.
Kepentingan yang sama diantara beberapa pihak
b.
Perebutan sumber daya
c.
Sumber daya yang terbatas
d.
Kategori atau identitas yang berbeda
e.
Prasangka atau diskriminasi
f.
Ketidak jelasan aturan(ketidakadilan)
Konflik antar etnis yang terjadi dapat dikatakan karena kepentingan
beberapa oknum atau pihak yang memang bertujuan untuk mengambil untung dari
konflik tersebut. Etnis etnis yang saling berkonflik sangat mudah di adu domba
karena memang sumber daya manusia yang terbatas. Dalam arti pendidikannya
kurang dan tingkat ekonomi yang rendah.
- Upaya untuk
menyelesaikan masalah konflik antar etnis
a.
Abitrasi, yaitu suatu perselisihan yang langsung
dihentikan oleh pihak ketiga dalam hal ini pemerintah dan aparat penegak hokum
yang memberikan keputusan dan diterima serta ditaati oleh kedua belah pihak.
b.
Mediasi, yaitu penghentian pertikaian oleh pihak
ketiga tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat.
c.
Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan
keinginan pihak pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama.
d.
Stalemate, yaitu keadaan ketika kedua belah pihak
yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, lalu berhenti pada suatu
titik tidak saling menyerang.
e.
Adjudication, yaitu penyelesaian perkara atau
sengketa di pengadilan dengan mengutamakan sisi keadilan dan tidak memihak
kepada siapapun.
BAB
II
ISI/PEMBAHASAN
2.1 CONTOH KASUS
Sekolah
menjadi bagian dari struktur sosial karena sekolah merupakan lembaga pendidikan
yang pada kenyataan empirisnya terdapat banyak fungsi yang ditimbulkan dari
lembaga tersebut. Pada sejarahnya sekolah banyak melahirkan insan yang
mengangkat harkat dan martabat bangsanya. Sekolah menjadi lembaga yang masih dipertahahkan sampai saat ini karena lembaga
tersebut masih banyak menghasilkan fungsi bagi setiap individu.
Namun pada kenyataan
empiris terdapat sisi disfungsi dari lembaga tersebut. Pada akhir-akhir ini
terdapat suatu fenomena sosial yang menghebohkan dari lembaga pendidikan. Media
massa mengangkat peristiwa tawuran yang dilakukan oleh siswa dari SMA 6 dan SMA
70 dan akibat dari tawuran tersebut terdapat korban jiwa yang tentu saja
menjadi permasalahan sosial. Tawuran itu sendiri memang tidak hanya terjadi
saat ini melainkan sudah berlangsung lama dan bisa dikatakan menjadi ritual
dari siswa karna terjadi secara kontinuitas.
A.
SUMBER KONFLIK
Pada dasarnya tawuran
pelajar itu terjadi karena beberapa factor; pertama, timbulnya solidaritas dari
siswa dengan kuat apabila siswa melakukan tawuran , kedua, sekolah dianggap
hebat ketika memenangkan peperangan antar sekolah dan mempecundangi sekolah
yang kalah, ketiga, ruang ekspresi yang terbatas dari lingkup sekolah,
keluarga, maupun lingkungan. Setidaknya dari factor dasar tersebut dapat pula
memicu terjadinya tawuran antar sekolah.
B.
PROSES KONFLIK
Terlihat menjadi pemicu
kuat dari terjadinya tawuran antar pelajar, dan pada nyatanya terdapat pula
aktor dibaliknya, diantaranya para alumni dan senior dari sekolah tersebut yang
ingin melanggengkan tradisi ini. Para alumni dan senior dari sekolah tersebut
seolah tidak mau menghilangkan tradisi tersebut. Proses regenerasi yang
menyesatkan ini yang seharusnya dihilangkan dengan tindak tegas yang seharusnya
memberikan pemahaman kepada siswa untuk menhiraukan ajakan senior yang
menyesatkan.
Seharusnya menjadi
koreksi pihak sekolah dan keluarga siswa, walaupun sudah terdapat kerjasama
diantara keduanya yang berlangsung di sekolah-sekolah namun nyatanya fungsi itu
kurang berkontribusi bagi siswa. Pengawasan sekolah tingkat atas seharusnya
lebih kuat dari perguruan tinggi. Pasalnya banyak siswa yang kurang mendapatkan
perhatian untuk siswa yang kurang berprestasi sehingga siswa tersebut merasa
terpinggirkan (alienasi). Inilah yang seharusnya menjadi perhatian untuk tidak
ada unsure diskriminasi bagi siswa.
C.
FOTO-FOTO
KASUS YANG TERJADI
1.
Anak sekolah tawuran
2.
Permasalah masyarakat sosial
2.2 INDIVIDU
2.2.1 Manusia selaku Individu
Individu adalah seseorang/seorang
manusia secara utuh. Utuh di sini diartikan sebagai suatu sifat yang tidak dapt
dibagi-bagi. Merupakan satu kesatuan antara jasmaniah dan rohaniah yang melekat
pada diri seseorang.
Setiap individu mempunyai
cirri khas yang berbeda dengan individu lainnya,seperti bentuk
fisik,kecerdasan,bakat,keinginan,perasaan dan memiliki tingkat pemahaman/arti
tersendiri terhadap suatu objek. Jadi individu adalah kondisi internal dari seorang manusia yang berfungsi
sebagai subjek. Manusia selaku individu mempunyai 3 naluri,yaitu :
a.
Naluri unyuk mempertahankan
kelangsungan hidup.
b.
Naluri untuk mempertahankan
kelanjutan penghidupan keturunan.
c. Naluri ingin tahu dan mencari kepuasan.
2.2.1.1
Naluri mempertahankan kelangsungan hidup
Naluri mempertahankan kelangsungan hidup
telah menimbulkan berbagai kebutuhan. Salah satu
kebutuhan yang paling mendasar adalah kebutuhan fisiologis yang terdiri dari
makan,minum dan perlindungan. Semua kebutuhan tersebut didapat dari lingkungan
dimana manusia tinggal,dan dalam memanfaatkan lingkungan tersebut membutuhkan
tekhnologi. Tekhnologi dapat diartikan sebagai cara-cara/alat yang dipergunakan
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi tekhnologi tidak hanya mencakup
perlatan modern/mesin saja. Panah unutk berburu,bertani berpindah-pindah dan
alat/cara sederhana lain termasuk ke dalam tekhnologi. Kebutuhan manusia sangat
beragam dn kebutuhan ini lebih mudah dipenuhi kalau individu hidup berkelompok
dengan individu lainnya.
2.2.1.2 Naluri untuk
mempertahankan kelanjutan penghidupan keturunan
Naluri untuk
mempertahankan keturunan,menuntut adanya kebutuhan akan rasa aman(safety
need)baik dari gangguan cuaca yang tidak nyaman,binatang liar/manusia lain.
Pakaian yang dibuat dari berbagai jenis bahan dan model disesuaikan dengan
kondisi cuaca. Perumahan dengan bermacam-macam bahan dan juga bentuk,pada
dasarnya adalah usaha untuk memperoleh rasa aman dari berbagai gangguan. Adapun
keanekaragaman bahan dan model yang dipergunakan sangat tergantung pada
lingkungan. Seperti rumah di daerah tropis umumya dibuat dari kayu/bamboo dengan
model atap segitiga/kerucut dan sering kali dibawahnya tidak langsung menyentuh
tanah,tapi bertonggak /berkolong. Di iklim sedang rumah banyak dibangun dari
bata/tanah,atapnya rata/datar,sedangkan di daerah dingin orang Eskimo membuat
rumah dari es dengan bentuknya yang bukat saja. Semua itu tergantung pada cuaca
dan bahan mentah yg ada di lingkungannya.
Perkawinan selain untuk
memenuhi kebutuhan biologis manusia,juga merupakan cerminan dari adanya
ketergantungan individu terhadap individu lain dan adanya naluri untuk
meneruskan keturunan.
2.2.1.2
Naluri ingin tahu dan mencari kepuasan
Setiap manusia mempunyai naluri untuk
ingin tahu tentang sesuatu yg ada di sekitarnya,baik itu lingkungan alam maupun
lingkungan manusia lainnya. Adanya perbedaan alam seperti
daratan,perbukitan,pegunungan ;perbedaan penyebaran tumbuhan dan
hewan ;perbedaan fisik manusia seperti ada yg berkulit hitam,putih,sawo
matang,berbadan jangkung,pendek dan sebagainya ;perbedaan budaya manusia
seperti dalam hal cara makan ada yg makan pakai tangan,sendok,sendok garpu dan
pisau ;perbedaan dalam berpakaian,mata pencaharian,bentuk rumah dan
sebagainya. Semua itu telah mendorong manusia untuk mencari tahu.
Pertanyaan”apa,mengapa,bagaimana dan siapa”telah melahirkan system
pengetahuan,yg kemudian disusun menjadi sistematis melalui aturan-aturan
tertentu sehingga melahirkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan ini pada
dasarnya adalah untuk memenuhi kebutuhan spiritual/batin manusia. Sedangkan penerapan ilmu dalam bentuk caradan alat untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia disebut tekhnologi. Jadi tekhnologi adalah berbagai
cara/alat untuk memenuhi kebutuhan material manusia. Keduanya tidak dapat
dipisahkan untuk menunjang dan memenuhi kebutuhan manusia baik selaku individu
maupun masyarakat. Ilmu pengetahuan dan tekhnologi yg dimiliki individu tidak seluruhnya hasil dai
pengalaman sendiri,tetapi lebih banyak dari belajar dan meniru orang lain.
Karena itu dalam memenuhi naluri ingin tahu dan mencari kepuasanpun tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan kelompok.
2.2.2
Manusia selaku makhluk social
Manusia adalah makhluk yang tidak
dapat dengan segera menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pada masa bayi
sepenuhnya manusia tergantung kepada individu lain. Ia belajar berjalan,belajar
makan,belajar berpakaian,belajar membaca,belajar membuat sesuatu dan
sebagainya,memerlukan bantuan orang lain yang lebih dewasa.
Malinowski(1949),salah satu tokoh
ilmu Antropologi dari Polandia menyatakan bahwa ketergantungan individu
terhadap individu lain dalam kelompoknya dapat terlihat dari usaha-usaha
manusia dalam memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosialnya yang
dilakukan melalui perantaraan kebudayaan.
Rasa aman secara khusus tergantung
kepada adanya system perlindungan dalam rumah,pakaian dan peralatan.
Perlindungan secara umum,dalam pengertian gangguan/kelompok lain akan lebih
mudah diwujudkan kalau manusia berkelompok. Untuk menghasilkan keamanan dan
kenyamanan hidup berkelompok ini,diciptakan aturan-aturan dan kontrol-kontrol social tentang apa yang
boleh dan yang tidak boleh dilakukan oleh setiap anggota kelompok. Selain itu
ditentukan pula siapa yang berhak mengatur kehidupan kelompok untuk tercapainya
tujuan bersama.
2.3 Masyarakat
2.3.1
Pengertian Masyarakat
Masyarakat,dalam
Bahasa Inggris disebut society artinya sekelompok manusia yang hidup
bersama,salinh berhubungan dan mempengaruhi,saling terikat satu sama lain
sehingga melahirkan kebudayaan yang sama. Pengertian sekelompok manusia di
sini,tidak mempunyai batas yang jelas harus beberapa orang,tetapi jumlahnya
minimal 2 orang. Anderson
dan Parker(Astrid Susanto,1977) menyebutkan secara rinci bahwa masyarakat
adalah:
a)
Adanya sejumlah orang,
b)
Tinggal dalm suatu daerah tertentu,
c)
Mengadakan hubungan satu sama
lain,
d)
Saling terikat satu sama lain
karena mempunyai kepentingan bersama,
e)
Merupakan satu kesatuan
sehingga mereka mempunyai perasaaan solidaritas,
f)
Adanya saling ketergantungan,
g)
Masyarakat merupakan suatu
system yg diatur oleh norma-norma/aturan-aturan tertentu,dan
h)
Menghasilkan kebudayaan.
Menurut Soejono
Soekamto(1987)beberapa cirri masyarakat perkotaan yang menonjol adalah:
a)
Kehidupan beragama kurang
karena disebabkan adanya cara berpikir yg rational,yg berdasakan pada
perhitungan-perhitungan eksak;
b) Dapat mengurus dirinya sendiri tanpa
bantuan orang lain;
c) Pembagian kerja lebih tegas dan mempunyai
batas-bats yang nyata ;
d) Banyak peluang mendapat kerja daripada
orang desa ;
e)
Jalan pikiran yg rational
menyebabkan interaksi sosial berdasarkan kepentingan daripada factor pribadi;
f)
Jalan kehidupan yg cepat
mengakibatkan pentingnya factor waktu;
g)
Perubahan social tampak jelas
dan cepat sebagai akibat terbukanya pengaruh dari luar;
2.3.2
Status dan Peran Individu dalam Masyarakat
Setiap
individu dalammasyarakat mempunyai peran(role)dan kedudukan(status) yang
berbeda. Peran adalah pola perilaku yang diharapkan dari seseorang yang
mempunyai posisi(status) tertentu. Sedngkan kedudukan (status)adalah posisi
seseorang dalam kelompok. Mengingat setiap individu mempunyai kepentingan yang
beragam,maka setiap individu mempunyai kepentingan yang beragam,maka setiap
individu dapat berstatus dan berperan di beberapa kelompok sesuai dengan
kepentingan itu.
Setiap
individu harus berperilaku atau berperan sesuai dengan kedudukannya agar ia
dapat diterima dan diakui keberadaanya. Karena setiap organisasi mempunyai
aturan sendiri,maka sanksi yang diberikan oleh setiap organisasi kepada anggota
yang melanggar pun berbeda pula. Sanksi ini bertujuan menjjaga
keutuhan,keseimbangan,kestabilan kelompoknya sehingga tujuan kelompok dapat
tercapai.
Dalam
kehidupan sehari-hari,setiap orang mempunyai peran dan tugas yang berbeda.
Tugas seorang Dokter berbeda dengan guru,petani,supir atau TNI/POLRI. Tetapi masing-masing
saling membutuhkan,saling bekerja sama untuk mencapi tujuan yang sama yaitu
terpenuhinya kebutuhan dan mencapi kesejahteraan. Dengan demikian peran dan
kedudukan sangat penting unutk menjaga keseimbangan dan integritas social.
Kedudukan atau status seseorang dalam masyarakat ada 2 macam:
a)Ascribed status,yaitu kedudukan yang
diperoleh tanpa melalui perjuangan atau usaha sendiri. Biasanya diperoleh
melalui kelahiran,seperti anak yang bergelar raden,otomatis anaknya juga
bergelar raden. Seorang anak menjadi raja karena ayahnya adalh raja. Seorang
anak yang berasal dari kasta sudra walaupun ia mempunyai kepintaran dan
ketrampilan yang tinggi. Status ini sering pula disebut status yang
tertutup,karena setipa orang tidak bisa menjadi anggota secara bebas.
Perkawinan biasanya adalah cara untuk masuk ke dalm status ini.
b)
Achieved status, yaitu kedudukan yang diperoleh melalui usaha atau perjuangan
sendiri. Seseorang menjadi direktur sebuah perusahaan karena memang ia rajin
dan ulet. Status seseorang menjadi guru karena ia berhasil masuk dan belajar
dengan baik di IKIP. Status ini bersifat terbuka artinya setiap orang dapat
mencapainya atau meraihnya karena kemampuan masing-masing individu dalam
beprestasi.
Setiap status dan kedudukan
mempunyai seperangkat symbol atau lambang yang dapat mencerminkan statusnya.
Seperti orang yang berstatus ekonomi tinggi tercermin dari bentuk dan luas
rumah,seorang guru tercermin sikap dan pakainnya,seorang TNI/POLRI dari
kegagahan dan pakaiannya,seseorang dari golongan ningrat akan tampak dari cara
berbicara dan sopan santunnya. Banyak symbol yang dapat mencerminkan status
atau kedudukan seseorang dalam masyarakat. Dengan demikian status dapat
disebabkan oleh posisinya dalam pekerjaan,pemilikan kekayaan,agama dan factor bilogis
seperti jenis kelamin.
2.4
Pancasila sebagai Acuan
Nilai,Moral,Norma dan Hukum dalam Masyarakat Indonesia
Telah kita ketahui bahwa Pancasila adalah
dasar negara RI yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945.Berarti tata
kehidupan manusia Inddonesia baik selaku individu,selaku anggota masyarakat dan
sebagai rakyat suatu negara,harus mengacu nilai,norma,kaidah yang terkandung
dalam Pancasila.
Nilai
mengandung pengertian sebagai sesuatu yang berguna atau berharga. Nilai dapat
berupa benda atau material,dan dapat pula non-material yaitu ide,gagasan atau
pemikiran. Nilai benda atau material biasanya diukur dari (1) nilai guna yaitu
kegunaanya atau manfaatnya ;dan (2) nilai tukar. Semakin
tinggi kegunaan suatu barang bagi
kehidupan manusia,semakin bernilai barang itu. Seperti cangkul bagi petani,buku
bagi pelajar mesin hitung bagi pegawai bank dan sebagainya. Nilai kegunaan
suatu barang sangat tergantung kepada peran dan status individu dalam
masyarakat. Selain itu sesutau barang pun dapat diukur dari nilai tukarnya yang
tinggi. Satu gram emas dapat ditukar dengan beberapa puluh kilogram beras atau
singkong.
Nilai non-material dapat berupa
nilai kerohanian,seperti nilai keindahan,nilai kebaikan,nilai keagamaan dan
sebagainya. Karena sifatnya yang abstrak maka nilai kerohaniannya hanya dapat
diukur oleh budi pekerti manusia yang lahir dari akal,perasaan,keyakinan dan
kehenak manusia.
Manusia selalu mencari sesuatu yang bernilai,nilai
ini menjadi dorongan dan landasan uuk berperilaku. Nilai-nilai
ideal yang menjadi keyakinan seperti yang dianggap paling berharga,paling
indah,paling baik,paling benar menjadi acuan atau pedoman dalam berperilaku.
Nilai yang tidak berharga,tidak benar,tidak baik,tidak indah harus dihindarkn
karena akan membahayakan individu,baik sebagai anggota masyarakat maupun
sebagai hamba Tuhan.
Pancasila
merupakan dasar perilaku manusia karena nilai yang terkandung dalam Pancasila
penuh dengan nilai keagamaan,nilai kebenaran,nilai kebaikan,nilai kemanusiaan
dan nilai keindahan hidup bermasyarakat. Dalam Pancasila terkandung nilai sifat
hakiki manusia selaku makhluk ciptaan Tuhan,selaku individu secara
pribadi,individu selaku anggota
masyarakat dan Negara. Di dalamnya terkandung keserasian,keselarasan dan
keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat,antara aspek material dan
spiritual,antara jasmaniah dan rohaniah. Karena itu sangatlah ideal kalau
Pancasila menjadi tuntutan,pedoman dan pegangan setiap individu dalam bersikap
dan berperilaku sehingga tercipta kemanan dalam hidup bermasyarakat dan
bernegara.
Moral berasal dari kata mores yang
artinya tata kelakuan. Tata artinya adalah aturan-aturan dan petunjuk-petunjuk
dalam berperilaku. Perbuatan-perbuatan apa yang boleh dan tidak boleh
dilakukan. Ajaran-ajaran tentang perbuatan yang baik dan buruk,yang benar dan
salah. Moral sering disebut dengan etika memberikan batas-batas yang jelas
kepada individu selaku anggota masyarakat supaya berperilakunya sesuai dengan
aturan yang berlaku. Supaya dia dapat diterima dan diakui sebagai anggota dalam
masyarakat. Moral mempunyai fungsi menjaga solidaritas antara anggota dalam
masyarakat.
Norma
atau kaidah adalah aturan-aturan tentang perilaku yang harus dan tidak boleh
dilakukan dengan disertai sanksi atau ancaman bila norma tidak dilakukan. Dalam
kehidupan manusia ada seperangkat aturan kelakuan yang harus dan tidak boleh
dilakukan oleh penganutnya. Bagi yang mengikuti norma agama tersebut akan
mendapatkan pahala,sebaliknya bagi yang tidak akan mendapatkan sanksi keagamaan
sesuai dengan kadar penyimpangan yang dilakukan terhadap norma tersebut. Ada norma hokum seperti
mencuri dilarang,bila dilakukan akan dapat sanksi berupa penjara. Ada norma masyarakat yang
berupa adat,misalnya kalau berbicara dengan orang tua tidak boleh kasar,harus
sopan,kalau tidak akan mendapat sanksi berupa celaan atau teguran. Setiap
individu harus taat kepada norma-norma yang berlaku pada masyarakat,supaya
tercipta keseimbangan,keamanan dan kenyamanan.
Nilai,moral
dan norma bersifat relative dan subjektif,artinya berubah-ubah sesuai dengan
waktu,tempat dan masyarakat. Misalnya berpakaian adalah kebutuhan seluruh
manusia di mana pun dia hidup,tetapi yang disebut bernilai keindahan dalam
berpakaian antara satu masyarakat yang hidup di suatu tempat berbeda dengan
masyarakat lain yang hidup di tempat lain.
Nilai,moral
dan norma yang terkandung dalam Pancasila dapat menjembatani waktu dan
perbedaan tempat setiap suku,karena nilai,moral dan norma yang ada dalam
Pancasila berakar dari budaya Bangsa Indonesia yang sudah ada sejak ribuan
tahun yang lalu sampai sekarang. Sejak dahulu masyarakat Indonesia adalah
masyarakat yang religius(agamis),percaya terhadap adanya Tuhan,bersifat
gotong-royong,tolong-menolong,menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan,berani
mengemukakan kebenaran dan keadilan.Pancasila menghasilkan kepribadian yang
khas Indonesia yang dapat dibedakan dari bangsa manapun di dunia. Pancasila
memberikan arah dan petunjuk kepada setiap orang untuk berperilaku sesuai
dengan kepribadian bangsa.
2.5 Fungsi Pancasila bagi
Kehidupan Bangsa Indonesia
2.5.1
Pancasila sebagai Sikap dan Perilaku setiap Individu
Mengingat individu adalah anggota masyarakat
dan negara,maka kesejahteraan,keutuhan dan keamanan masyarakat dan negara
diawali dari sikap dan perilaku individu. Kalau etika dan norma
dipahami,dipatuhi dan dilaksanakan oleh setiap individu maka tujuan hidup
bermasyarakat dan bernegara pun dapat dengan mudah dapat dicapai. Kualitas
masyarakat dan negara,ditentukan pula oleh kualitas individu,semakin baik
kualitas individu maka semakin baik pula kualitas masyarakat dan negara. Setiap
individu mempunyai kelebihan dan keterbatasan,mempunyai harapan dan keadaan
yang berbeda,namun yang pasti kesejahteraan adalah tujuan setiap individu.
Pancasila memberikan arahan dan pedoman dari kesejahteraan yang ideal yang
diinginkan oleh setiap manusia yaitu kesejahteraan yang menyelaraskan antara
harapan dan kenyataan,antara lain lahir dan batin,antara jasmaniah dan
rohaniah,antara dunia dan akhirat.
2.5.2
Pancasila sebagai Pedoman Bermasyarakat
Pancasila sangat memahami kodrat dan hakiki manusia selaku makhluk
social yang senantiasa membutuhkan orang lain dalam hidup dan perkembangannya.
Dalam sila ke-2 dan ke-5 dijelaskan secara rinci tentang etika bermasyarakat
yaitu menghargai persamaan derajat,keseimbangan hak dan kewajiban,menjunjung nilai
kemanusiaan,bekerja sama,bergotong-royong,gemar melakukan perbuatan-perbuatan
luhur berdasarkan kekeluargaan gotong-royong,adil dan menghormati orang
lain,suka menolong,sama-sama mewujudkan kemajuan yang merata dan adil.
2.5.3
Pancasila sebagai Pedoman Bernegara
Negara merupakan alat yang mengatur atau mengendalikan
persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat. Negara mempunyai kewenangan
mengatur hubungan bermasyarkat demi tercapainya tujuan bersama. Kewenangan yang
dimiliki negara tidak semaunya,seenaknya sendiri atau untuk kelompok
tertentu,tetapi dikendalikan oleh Pancasila sebagai sumber hukum. Indonesia
adalah negara Pancasila yaitu negara yang mengutamakan musyawarah dalm
mengambil keputusan,selalu punyai iktikad baik dan rasa tanggung jawab alam
melaksanakan tugas dan mengambil keputusan,menggunakan akal sehat dan hati
nurani yang luhur,keputusan-keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan
secara moral kepada Tuhan YME,menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia
serta nilai-nilai kebenaran,menempatkan persatuan,kesatuan,kepentingan
keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Melindungi segenap bangsa dan tanah air Indonesia ,memajukan pergaulan
demipersatuan dan kesatuan bangsa.
Pancasila menjadi dasar hidup bernegara,menjadi
semangat bernegara untuk mencapai kesejahteraan bersama,menjadi sumber dari
segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia,menjadi pedoman berperilaku semua
unsur aparatur negara dalam melaksanakan beban,tugas dan tanggung jawab.
BAB III
KESIMPULAN
Individu
adalah kesatuan utuh antara jasmani dan rohani. Setiap individu mempunyai ciri
khas dan kebutuhan yang tersendiri. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut,setipa
individu membutuhkan individu lain. Karen aitulah individu selelu hidup berkelompok
membentuk masyarakat.
Masyarakat
adalah sejumlah orang yang hidup dala suatu daerah saling berhubungan dan
terikat satu sama lain sehingga mmiliki rasa solidaritas dan menghasilkan
kebudayaan.
Setiap
individu dalam masyarakat mempunyai peran dan kedudukan yang berbeda. Setiap
individu diharapkan dapat berperan sesuai dengan kedudukannya sehingga tercipta
ketertiban,kenyamanan,kestabilan hidup bermasyarakat,yang akhirnya tujuan
bersama dapat tercapai.
Saran saya
Hendaknya
setiap individu memiliki dapat berinterakasi tehadap masyarakat sesuai dengan
acuan kita yaitu Pancasila sehingga tercipta hubungan harmonis dan keselarasan
dalam bermasyarakat.Terima kasih telah berkunjung
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
Penyebab gagal instal ulang windows xp beserta solusinya
- Get link
- X
- Other Apps
Cara mengetahui kapasitas RAM di laptop kita
- Get link
- X
- Other Apps




Comments
Post a Comment